{"id":594,"date":"2023-05-03T06:28:07","date_gmt":"2023-05-03T06:28:07","guid":{"rendered":"https:\/\/mistressrose.site\/?p=594"},"modified":"2023-05-03T14:44:22","modified_gmt":"2023-05-03T14:44:22","slug":"filosofi-etikal-bdsm-dari-ssc-rack-prick-ccc-dan-4c","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/mistressrose.site\/?p=594","title":{"rendered":"Filosofi Etikal BDSM dari SSC, RACK, PRICK, CCC, dan 4C"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/mistressrose.site\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/IMG_20230503_134139-1024x576.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-598\" srcset=\"http:\/\/mistressrose.site\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/IMG_20230503_134139-1024x576.jpg 1024w, http:\/\/mistressrose.site\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/IMG_20230503_134139-300x169.jpg 300w, http:\/\/mistressrose.site\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/IMG_20230503_134139-768x432.jpg 768w, http:\/\/mistressrose.site\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/IMG_20230503_134139-1536x864.jpg 1536w, http:\/\/mistressrose.site\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/IMG_20230503_134139.jpg 1543w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Kita setuju yang membedakan BDSM dan <em>abuse<\/em> itu adalah konsensual atau <em>willingness<\/em> dari pihak-pihak terlibat, baik itu pihak dominan maupun submisif. Pada beberapa derajad kita akan setuju kalau BDSM <em>nggak<\/em> melulu aman, maka filosofi <em>safety<\/em> untuk praktisi BDSM sangatlah penting untuk diperhatikan, itulah yang kemudian mendasari SSC, RACK, dan PRICK,  bahkan CCC dan kemudian 4C diperkenalkan dengan tujuan sebagai <em>guidance<\/em>. <\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">1. SSC<\/h2>\n\n\n\n<p>SSC adalah filosofi etikal yang paling tua, kepanjangan dari <em>Safe, Sane, and Consensual <\/em>atau Aman, Waras, dan Konsen. Term SSC ada bahkan sebelum term BDSM dikenal secara luas. Term ini awalnya diperkenalkan di komunitas S&amp;M <em>(sadomasochism)<\/em> pada tahun <a href=\"tel:1983\">1983<\/a> oleh David Stein. Term&nbsp; SSC digunakan karena stigma masyarakat pada saat itu yang menganggap S&amp;M merupakan ciri-ciri penyakit mental terutama <em>self-harm<\/em>. Sehingga dengan mengikuti SSC, para praktisi BDSM bisa bersenang-senang tanpa kemudian kecelakaan dan masuk rumah sakit.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kritik SSC<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>SSC awalnya lebih merupakan slogan daripada filosofi untuk mendasari BDSM, tapi karena seringnya diulang-ulang, bahkan sampai sekarang, term ini menjadi semacam mantra di BDSM, sehingga ketika internet mulai konvensional, orang mulai mengkaji term ini dan SSC menuai kritik, seperti:<\/p>\n\n\n\n<p>1. Sampai sejauh mana itu aman? <br \/>2. Apakah BDSM sendiri aman? <br \/>3. Siapa yang membuat standar yang mana yang cukup waras? <br \/>4. Apakah orang yang memiliki <em>mental health conditions<\/em> <em>nggak<\/em> boleh ikut BDSM? <em>sounds ableist, no? <\/em><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Personal Take<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Menurutku sendiri siapa yang mendefinisikan aman dan waras adalah pihak yang terlibat dalam setiap D\/S <em>relationship<\/em> masing-masing. Maka setiap D\/S <em>relationship<\/em> akan punya standar dan dinamika yang tidak identik satu sama lain. Kalau semua pihak yang terlibat setuju dan sadar, maka itu cukup. Itu lah pentingnya diskusi sebelum BDSM <em>Play<\/em> untuk mendeterminasi masing-masing limit, serta adanya <em>safe word<\/em> untuk meng<em>-enforce <\/em>limit masing-masing di dalam play.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">2. RACK<\/h2>\n\n\n\n<p>Karena adanya kritik terhadap SSC, maka kemudian RACK diperkenalkan oleh Garry Switch pada tahun 1999. RACK adalah kepanjangan dari <em>Risk-Aware Consensual Kink<\/em> alias kink yang konsen dan paham resiko. <\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Garry Switch, <em>nggak<\/em> ada yang 100% aman. <em>Nyebrang<\/em> jalan juga belum tentu aman. Kalau mau aman kita <em>nyambuk<\/em> orang <em>nggak<\/em> <em>pake<\/em> flogger, tapi <em>pake<\/em> mie basah. Orang panjat tebing juga <em>nggak<\/em> bilang olah raganya aman, karena <em>emang<\/em> bukan. Resiko lah yang membuat  hal-hal ini jadi menyenangkan. Dengan adanya resiko kita bisa membuat <em>assesment<\/em> terhadap resiko. Kita bisa mengurangi resiko dengan edukasi, mempelajari teknik dan berlatih, supaya terbiasa. <\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu <em>sane<\/em> atau waras itu adalah hal yang subjektif. Beberapa orang akan menganggap praktisi BDSM mungkin tidak waras. Beberapa orang menganggap beberapa <em>kink<\/em> ekstrim, misalnya <em>brown shower<\/em> atau <em>needle play<\/em>, tidak waras. Maka pada akhirnya asalkan setiap pihak yang terlibat <em>aware<\/em> akan resiko dan konsen serta berusaha untuk membuat resiko sangat minim atau tidak ada, maka tidak menjadi masalah.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">3. PRICK<\/h2>\n\n\n\n<p>PRICK adalah kepanjangan dari <em>Personal Responsibility Informed Consensual Kink<\/em> atau Tanggung jawab personal kink yang terinformasi dan konsensual. PRICK pertama kali dicetuskan pada tahun 2009 ketika kritik terhadap RACK muncul yaitu kurangnya penekanan pada personal responsibility, PRICK ingin menekankan bahwa setiap individu yang terlibat masing-masing bertanggung jawab atas diri sendiri. Maka masing-masing harus telah meriset aktivitas dalam BDSM <em>Play<\/em> sebelum saling menyetujui.<\/p>\n\n\n\n<p>PRICK tidak mengekspektasikan orang yang lebih berpengalaman atau lebih dominan yang harus lebih bertanggung jawab memberi informasi dan mengajari yang kurang berpengalaman atau yang submisif. Tapi masing-masing harus inisiatif untuk mencari tahu, belajar, dan bertanya untuk memitigasi resiko.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">4. CCC<\/h2>\n\n\n\n<p>CCC adalah kepanjangan dari <em>Committed, Compassionate, and Consensual <\/em>atau Berkomitmen,&nbsp; Penuh Kasih, dan Konsensual. CCC lebih berfokus kepada dinamika D\/S <em>relationship<\/em> yang masing-masing harus mempertimbangkan kepentingan lainnya, baik itu <em>kink<\/em>, fantasi, interes, limit, maupaun <em>safety, <\/em>karena ketika dalam <em>play<\/em> ketimpangan relasi kuasa dominan\/master terhadap submisif\/<em>slave<\/em> bisa sangat signifikan sehingga sangat mudah bagi dominan untuk melanggar limit dan membahayakan <em>well-being<\/em> submisif.<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun begitu term CCC sebenarnya tidak diketahui sejarah dan pencetusnya, karena tidak diketahui hal yang membelakangi term ini muncul, menjadi sulit untuk diinterpretasikan maknanya. Jarang juga praktisi BDSM yang menggunakan term ini sebagai acuan, sehingga diragukan kredibilitasnya untuk digunakan sebagai filosofi dasar etikal BDSM.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">5. 4C<\/h2>\n\n\n\n<p>4C kepanjangan dari <em>Caring, Communication, Consent, and Caution<\/em> atau Peduli, Komunikasi, Konsen, dan Waspada. 4C pertamakali dicetuskan di jurnal saintifik pada tahun 2014 berjudul &#8220;<a href=\"http:\/\/www.ejhs.org\/volume17\/BDSM.html\">From \u201cSSC\u201d and \u201cRACK\u201d to the \u201c4Cs\u201d: Introducing a new Framework for Negotiating BDSM Participation<\/a>&#8220;, oleh D J Williams, Jeremy Thomas, Emily Prior. 4C adalah filosofi etikal terbaru dari BDSM. <\/p>\n\n\n\n<p>4C apabila didefinisikan satu persatu yaitu:<\/p>\n\n\n\n<p>1. <em>Caring<\/em> (Peduli) <br \/>Semua pihak harus antentif terhadap kebutuhan dan perbedaan masing-masing. Hal ini termasuk membiarkan perbedaan interpretasi dan <em>value<\/em> masing-masing pihak co-eksis. Sehingga keputusan bersama yang didasari oleh rasa <em>care<\/em> (peduli) adalah berdasakan kepentingan komunal bukan standar yang abstrak dan objektif.<\/p>\n\n\n\n<p>Sederhananya, keputusan kita berdua adalah berdasarkan interpretasi dan kepentingan aku dan kamu, bukan apa kata <em>text-book<\/em> seharusnya. <\/p>\n\n\n\n<p>2. <em>Communication<\/em> (Komunikasi) <br \/>Komunikasi harus ada ketika sebelum, sedang, dan sesudah scene. Komunikasi sangat penting karena menyambungkan dominan dan submisif. Komunikasi juga menjembatani rasa peduli dan kewaspadaan kita akan resiko dalam BDSM, yang mana kemudian membuat konsen menjadi valid.<\/p>\n\n\n\n<p>3. <em>Consent<\/em> (Konsen)<br \/>Menurut 4C, konsen itu ada 3 lapisan. Pertama,  konsen dasar, <em>yes means yes, no means no<\/em>. Kemudian konsen yang didasari pada diskusi sebelum scene BDSM, <em>play<\/em> apa saja yang dilakukan dan apa limit masing-masing pihak. Dan yang terakhir adalah <em>deep consent<\/em>, yaitu konsen yang ambigu dan kompleks, yang kurang bisa diprediksi sebelum scene dan harus dimitigasi, misal ketika sub harus ada di kondisi non-verbal dan tidak bisa mengucap <em>safe-word<\/em>, atau BDSM <em>party<\/em> terlalu berisik dan <em>safe-word<\/em> tidak terdengar.<\/p>\n\n\n\n<p>4. <em>Caution<\/em> (Waspada)<br><em>Caution<\/em> adalah improvisasi sekaligus jawaban dari kritik &#8220;<em>safe<\/em>&#8221; pada term SSC, yang mana semua pihak harus sadar akan resiko dan potensi berbahaya dari BDSM, yang mana akhirnya perlu <em>assesment<\/em> dan mitigasi. <\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">YANG MANA YANG TERBAIK? <\/h2>\n\n\n\n<p>Penggunaan filosofi etikal pada BDSM tidak pernah rigid untuk masing-masing praktisinya. Pada akhirnya ketika kita akan menjalin D\/S <em>relationship<\/em> atau melakukan <em>scene<\/em>, kita hanya perlu komunikasi apa etikal filosofi yang dipakai dan apa interpretasi mereka. Setiap individu bisa mengambil salah satu atau membuat kolaborasi dari masing-masing filosofi untuk diri sendiri. Dari komunikasi kita akan mendapatkan kecocokan satu sama lain. <em>Always better safe than sorry.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kita setuju yang membedakan BDSM dan abuse itu adalah konsensual atau willingness dari pihak-pihak terlibat, baik itu pihak dominan maupun submisif. Pada beberapa derajad kita akan setuju kalau BDSM nggak melulu aman, maka filosofi safety untuk praktisi BDSM sangatlah penting untuk diperhatikan, itulah yang kemudian mendasari SSC, RACK, dan PRICK, bahkan CCC dan kemudian 4C &hellip;<\/p>\n<p class=\"read-more\"> <a class=\"\" href=\"http:\/\/mistressrose.site\/?p=594\"> <span class=\"screen-reader-text\">Filosofi Etikal BDSM dari SSC, RACK, PRICK, CCC, dan 4C<\/span> Selengkapnya &raquo;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":600,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"default","ast-global-header-display":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-594","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bdsm"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Filosofi Etikal BDSM dari SSC, RACK, PRICK, CCC, dan 4C - Mistress Rose<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/mistressrose.site\/?p=594\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Filosofi Etikal BDSM dari SSC, RACK, PRICK, CCC, dan 4C - Mistress Rose\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kita setuju yang membedakan BDSM dan abuse itu adalah konsensual atau willingness dari pihak-pihak terlibat, baik itu pihak dominan maupun submisif. Pada beberapa derajad kita akan setuju kalau BDSM nggak melulu aman, maka filosofi safety untuk praktisi BDSM sangatlah penting untuk diperhatikan, itulah yang kemudian mendasari SSC, RACK, dan PRICK, bahkan CCC dan kemudian 4C &hellip; Filosofi Etikal BDSM dari SSC, RACK, PRICK, CCC, dan 4C Selengkapnya &raquo;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/mistressrose.site\/?p=594\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Mistress Rose\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-05-03T06:28:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-05-03T14:44:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/mistressrose.site\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/IMG_20230503_134139-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1543\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"868\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Rose Andromeda\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Rose Andromeda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/mistressrose.site\/?p=594#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/mistressrose.site\/?p=594\"},\"author\":{\"name\":\"Rose Andromeda\",\"@id\":\"https:\/\/mistressrose.site\/#\/schema\/person\/0c111d738349232f688dd8eebedec389\"},\"headline\":\"Filosofi Etikal BDSM dari SSC, RACK, PRICK, CCC, dan 4C\",\"datePublished\":\"2023-05-03T06:28:07+00:00\",\"dateModified\":\"2023-05-03T14:44:22+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/mistressrose.site\/?p=594\"},\"wordCount\":995,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/mistressrose.site\/#organization\"},\"articleSection\":[\"BDSM\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/mistressrose.site\/?p=594#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/mistressrose.site\/?p=594\",\"url\":\"https:\/\/mistressrose.site\/?p=594\",\"name\":\"Filosofi Etikal BDSM dari SSC, RACK, PRICK, CCC, dan 4C - Mistress Rose\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/mistressrose.site\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-05-03T06:28:07+00:00\",\"dateModified\":\"2023-05-03T14:44:22+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/mistressrose.site\/?p=594#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/mistressrose.site\/?p=594\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/mistressrose.site\/?p=594#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/mistressrose.site\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Filosofi Etikal BDSM dari SSC, RACK, PRICK, CCC, dan 4C\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/mistressrose.site\/#website\",\"url\":\"https:\/\/mistressrose.site\/\",\"name\":\"Mistress Rose\",\"description\":\"Your Kink and Fantasy Fulfilled Here\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/mistressrose.site\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/mistressrose.site\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/mistressrose.site\/#organization\",\"name\":\"Mistress Rose\",\"url\":\"https:\/\/mistressrose.site\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/mistressrose.site\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/mistressrose.site\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/cropped-20221028_150026_0000-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"http:\/\/mistressrose.site\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/cropped-20221028_150026_0000-removebg-preview.png\",\"width\":305,\"height\":196,\"caption\":\"Mistress Rose\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/mistressrose.site\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/mistressrose.site\/#\/schema\/person\/0c111d738349232f688dd8eebedec389\",\"name\":\"Rose Andromeda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/mistressrose.site\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6a306b6a906bbc8f9a892495b517ff51ad2ca2d09482bdfaf292044f18dcdcbf?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6a306b6a906bbc8f9a892495b517ff51ad2ca2d09482bdfaf292044f18dcdcbf?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Rose Andromeda\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/mistressrose.site\"],\"url\":\"http:\/\/mistressrose.site\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Filosofi Etikal BDSM dari SSC, RACK, PRICK, CCC, dan 4C - Mistress Rose","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/mistressrose.site\/?p=594","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Filosofi Etikal BDSM dari SSC, RACK, PRICK, CCC, dan 4C - Mistress Rose","og_description":"Kita setuju yang membedakan BDSM dan abuse itu adalah konsensual atau willingness dari pihak-pihak terlibat, baik itu pihak dominan maupun submisif. Pada beberapa derajad kita akan setuju kalau BDSM nggak melulu aman, maka filosofi safety untuk praktisi BDSM sangatlah penting untuk diperhatikan, itulah yang kemudian mendasari SSC, RACK, dan PRICK, bahkan CCC dan kemudian 4C &hellip; Filosofi Etikal BDSM dari SSC, RACK, PRICK, CCC, dan 4C Selengkapnya &raquo;","og_url":"https:\/\/mistressrose.site\/?p=594","og_site_name":"Mistress Rose","article_published_time":"2023-05-03T06:28:07+00:00","article_modified_time":"2023-05-03T14:44:22+00:00","og_image":[{"width":1543,"height":868,"url":"https:\/\/mistressrose.site\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/IMG_20230503_134139-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Rose Andromeda","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Rose Andromeda","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/mistressrose.site\/?p=594#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/mistressrose.site\/?p=594"},"author":{"name":"Rose Andromeda","@id":"https:\/\/mistressrose.site\/#\/schema\/person\/0c111d738349232f688dd8eebedec389"},"headline":"Filosofi Etikal BDSM dari SSC, RACK, PRICK, CCC, dan 4C","datePublished":"2023-05-03T06:28:07+00:00","dateModified":"2023-05-03T14:44:22+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/mistressrose.site\/?p=594"},"wordCount":995,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/mistressrose.site\/#organization"},"articleSection":["BDSM"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/mistressrose.site\/?p=594#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/mistressrose.site\/?p=594","url":"https:\/\/mistressrose.site\/?p=594","name":"Filosofi Etikal BDSM dari SSC, RACK, PRICK, CCC, dan 4C - Mistress Rose","isPartOf":{"@id":"https:\/\/mistressrose.site\/#website"},"datePublished":"2023-05-03T06:28:07+00:00","dateModified":"2023-05-03T14:44:22+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/mistressrose.site\/?p=594#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/mistressrose.site\/?p=594"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/mistressrose.site\/?p=594#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/mistressrose.site\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Filosofi Etikal BDSM dari SSC, RACK, PRICK, CCC, dan 4C"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/mistressrose.site\/#website","url":"https:\/\/mistressrose.site\/","name":"Mistress Rose","description":"Your Kink and Fantasy Fulfilled Here","publisher":{"@id":"https:\/\/mistressrose.site\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/mistressrose.site\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/mistressrose.site\/#organization","name":"Mistress Rose","url":"https:\/\/mistressrose.site\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/mistressrose.site\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"http:\/\/mistressrose.site\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/cropped-20221028_150026_0000-removebg-preview.png","contentUrl":"http:\/\/mistressrose.site\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/cropped-20221028_150026_0000-removebg-preview.png","width":305,"height":196,"caption":"Mistress Rose"},"image":{"@id":"https:\/\/mistressrose.site\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/mistressrose.site\/#\/schema\/person\/0c111d738349232f688dd8eebedec389","name":"Rose Andromeda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/mistressrose.site\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6a306b6a906bbc8f9a892495b517ff51ad2ca2d09482bdfaf292044f18dcdcbf?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6a306b6a906bbc8f9a892495b517ff51ad2ca2d09482bdfaf292044f18dcdcbf?s=96&d=mm&r=g","caption":"Rose Andromeda"},"sameAs":["http:\/\/mistressrose.site"],"url":"http:\/\/mistressrose.site\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/mistressrose.site\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/594","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/mistressrose.site\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/mistressrose.site\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/mistressrose.site\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/mistressrose.site\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=594"}],"version-history":[{"count":9,"href":"http:\/\/mistressrose.site\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/594\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":606,"href":"http:\/\/mistressrose.site\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/594\/revisions\/606"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/mistressrose.site\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/600"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/mistressrose.site\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=594"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/mistressrose.site\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=594"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/mistressrose.site\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=594"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}